Kamis, 29 Desember 2016

Ajariku Cara Melupakanmu

Pertemuan yang sangat singkat sekali dan indah, bagi diriku
Awalnya aku tak mengenalmu
Saat pertama melihatmu aku merasa sebal karna sifatmu
Setiap hari kita memang bertemu tapi tak ada sapaan antara aku dan dirimu
Hingga suatu kesempatan dimana kita dipertemukan untuk saling mengenal lebih dekat lagi

Dengan berani dan percaya dirimu, kamu menghampiriku
Menanyakan siapa namaku
Aku sempat malas menjawabnya
Tapi aku berfikir aku salah kalau tak menjawab pertanyaan orang
Setelah berkenalan itu aku mulai mengenal dan mempelajari sifatmu
Ternyata kamu itu orangnya sangat baik, ramah dan hangat
Tidak seperti yang aku fikirkan sebelumnya

Detik demi detik
Menit demi menit
Jam demi jam
Hari demi hari
Minggu demi minggu
Bulan demi bulan
Kita mulai melewati waktu bersama
Kita menjadi sangat akrab dan dekat sekali
Bukan sekedar sapaan saat bertemu
Atau obrolan sebentar yang tak penting
Tawa dan canda yang kamu berikan, menambah semangatku
Kamu mengisi hari-hariku

Dengan bangga kamu memperkenalkanku kepada teman-temanmu
Seakan-akan diriku adalah orang istimewa hingga kamu wajib memberitahu mereka
Aku mulai mengenal mereka
Kita menjadi sangat akrab dan dekat sekali
Kamu tak pernah lupa mengajakku bermain dan ikut kumpul bersama mereka
Tak ada penolakan darimu atau mereka
Mereka sangat menerima kehadiranku

Kamu menanyakan kepada teman-temanmu bagaimana kabarku dan keadaanku, ketika aku tak terlihat dipandanganmu
Kamu sibuk menghubungiku
Mencoba mencari tahu tentang keberadaanku
Khawatirmu hilang setelah kamu mengetahuinya

Aku senang dengan perhatian yang kamu berikan
Tapi aku menganggap hal itu biasa
Ada rasa kenyamanan ketika bersamamu
Membuatku tak ingin jauh darimu

Aku bingung kamu mulai menghilang, jarang terlihat
Ketika perasaan itu mulai muncul dalam hatiku
Entah aku juga tidak tahu perasaan yang seperti apa
Aku tak bisa mendeskripsikannya

Aku selalu menunggu chat darimu
Yang selalu khawatir denganku
Selalu bertanya dimana dan bagaimana diriku
Atau sekedar mengingatkan hal kecil, agar aku tak lupa untuk makan
Hal seperti itu yang aku rindukan, yang awalnya aku anggap biasa

Kamu membuat fikiranku melayang tak jelas
Mempertanyakan tentang keadaan kita yang berubah
Fokusku hanya terarah kepadamu

Gembira tak menentu yang kurasakan
Saat kamu mengabariku kembali, setelah beberapa saat kamu menghilang tak ada kabar
Kamu mengundangku makan malam untuk bertemu
Muncul berbagai pertanyaan dibenakku
Ada maksud apa kamu mengajakku
Biasanya tak perlu seformal itu bila kamu mengajakku
Kamu suka tiba tiba ada didepan pagar rumahku
Menjemputku untuk bermain atau sekedar pergi jalan
Tapi kali ini tidak
Rasa penasaran terus menghantuiku
Aku berusaha tetap tenang tak memikirkannya
Semua itu akan terjawab saat kita bertemu nanti

Malam yang kutunggu pun tiba
Aku semakin tak sabar untuk menemuimu
Melepaskan kerinduan yang tak tertahankan
Aku harap akan ada kabar baik darimu

Pukul 07.00 malam aku sampai ditempat yang kita sepakati
Hanya tempat makan sederhana dipinggir jalan
Suara bising kendaraan yang lewat
Tak masalah bagi diriku
Tidak mengurangi rasa rinduku kepadamu
Masih sepi dan belum terlalu ramai pengunjung yang datang untuk makan
Mungkin mereka masih diperjalanan menuju kesini, pulang dari aktivitasnya

Kamu datang dengan gaya khasmu
Hanya kaos hitam kesukaanmu, celana hitam, jaket kulit hitam yang sempat ada ditubuhku selama seminggu yang kau pinjamkan kepadaku saat malam itu kita pergi jalan dan tak lupa tas kecil yang hanya muat untuk menaruh beberapa barang saja

"Hai, sudah lama menunggu? Maaf ya aku telat datang" Tanyamu dengan senyuman yang sangat kurindukan
"Tidak kok, iya tak apa" jawabku ramah

Belum ada tanda tanda kamu ingin bicara
Kita hanya diam
Saling memandang kearah lain
Sibuk dengan fikiran masing masing
Aku terus menunggumu untuk memulai percakapan
Akhirnya kamu memecahkan keheningan diantara kita

"Bagaimana kabarmu?" Tanyanya pelan
Membuatku menoleh kearahnya
Aneh, mengapa dia menanyakan hal ini
Biasanya ia tak perlu bertanya sudah tau gimana keadaanku
Mungkin karna sudah berapa lama tak bertemu
Membuat ia menjadi canggung

"Baik. Kamu?" Jawabku bohong
Kamu tahu aku tak baik selama kamu menghilang
Senyuman sekilas yang terukir dibibirnya, menjawab pertanyaanku

Dia berdeham sejenak sebelum melanjutkan apa yang akan dia katakan
Aku mulai merasa ada suatu keanehan

"Makasih ya kamu udah mau terima undangan makan malamku. Sebenarnya ada yang mau aku omongin ke kamu...

Maaf ya aku menghilang beberapa waktu ini
Aku tak pernah mengabarimu lagi
Jarang chat kamu sekedar menanyakan kabarmu
Ada hal yang perlu kamu tahu
Sebelum kamu makin sulit mengertinya
Masalah kedekatan kita dan aku yang mendekatimu
Itu hanya keisengan aku saja
Aku melakukan itu karna merasa kesepian
Aku minta maaf
Aku ga bermaksud membuat kamu terbawa oleh perasaan
Ya, aku akan jujur
Saat pertama melihat dan mengenalmu
Aku sempat tertarik denganmu
Aku merasa kamu orang yang spesial dan istimewa
Tapi lama kelamaan aku sadar
Kita ga cocok untuk bersama
Bukan masalah perbedaan usia kita
Aku merasa kita lebih baik jadi abang adik
Aku sayang kamu
Sayang sebagai adik aku
Maafkan aku
Aku harus menyampaikan hal ini kepadamu
Aku tak mau kamu terlalu dalam merasakan sakit ini
Tenang saja, tidak akan ada yang berubah
Kamu tetap jadi adik aku
Aku sayang kamu sebagai adikku
Jangan menjauh
Kita tetap seperti biasa saja ya"

Ya, akhirnya terjawab semua pertanyaanku
Aku habis kata untuk berbicara
Diam seribu bahasa yang bisa kulakukan
Aku tak tahu bagaimana merespon penjelasanmu
Ada rasa sesak didada
Dorongan kuat dari dalam mataku untuk mengeluarkan buliran air
Aku berusaha sekuat tenagaku
Menahan untuk tak menangis didepanmu

Harapanku akan ada kabar baik darimu, sirna begitu saja
Aku terus tenggelam dalam sedihku
Kamu mengajakku untuk pulang
Mengantarkanku juga sampai rumahku
Seakan tidak terjadi apa apa

Trimakasih buat waktumu selama ini
Trimakasih buat perhatianmu kepadaku
Trimakasih buat kekhawatiranmu
Trimakasih buat canda tawa yang kamu berikan
Walaupun semuanya itu hanya kepalsuan

Ya, aku juga sadar aku memang tak pantas bagimu
Aku hanya pelampiasan kebosananmu saja
Aku salah
Aku salah telah membuka celah dihatiku
Hingga kekuatan karismatikmu itu membuatku terpikat
Aku akan mulai membiasakan diri tanpamu
Aku akan memulai kembali kehidupku yang awal
Dimana aku tak mengenalmu

Ajariku Cara Lupakanmu
Sebenarnya aku tak bisa sendiri

0 komentar:

Posting Komentar