Sabtu, 28 Januari 2017

Menyesalkan Pertemuan

Sering kali ku menyesalkan pertemuan kita
Karena kepahitan yang ku alami
Setelah pertemuan itu

Aku pernah sangat mengerti tentang dirimu
Aku pernah sangat tahu
Sebelum kamu menjadi seseorang yang asing bagiku

Entah mengapa perhatianmu tak lagi seperti dulu
Sikapmu tak lagi menghangatkanku
Tatapanmu tak lagi teduh
Seperti terbagi
Apakah ada kesalahan antara aku dan kamu?

Mungkin kamu tak pernah paham apa yang kurasakan
Karena kamu tak pernah ingin sibuk memikirkanku
Salahkah aku jika menangis karenamu?
Aku kehilangan sosokmu
Kamu pergi mempermainkan perasaan

Entah apa tujuanmu datang ke hidupku
Kalau niatmu hanya untuk singgah
Seharusnya kamu tidak membiarkan diriku patah
Kenapa tidak buru-buru pergi?
Saat hatiku biasa saja waktu itu

Saat semua mulai mendalam
Dan diriku tenggelam
Kamu menghantamkan kenyataan pahit

Aku ingat
Kita memulai dengan cara yang salah
Entah aku atau kamu
Tapi aku tak ingin menyalahkan siapapun
Karena untuk masalah perasaan, semua orang akan merasa benar

Jumat, 27 Januari 2017

Rindu Pilu

Sudah hampir satu bulan sejak perpisahan kita
Kenangan bersamamu masih terus melekat
Tak mau beranjak pergi
Seperti rasa sakit ini
Lukanya belum sembuh dan hilang

Setiap kali melihatmu
Ada ribuan rindu yang kusimpan
Sekaligus rasa sesak menekan dada
Ingin kumenyapa
Tapi bibir ini tak mampu berucap

Ada tembok pemisah
Yang sengaja kamu biarkan aku membangunnya
Begitu beratnya bagiku
Harus melakukan semua ini
Walau hatiku tak ingin

Kenangan sering kali membuat rindu yang tidak seharusnya kuulang, pulang, mengiris tajam didadaku

Minggu, 08 Januari 2017

Aku Harus Berhenti

Bukan tak mau mengejar
Bukan tak mau mencari seperti kemarin lagi
Aku hanya ingin terbiasa
Sampai akhirnya jadi biasa saja
Perasaan ini juga tak berubah, masih sama

Sekarang
Aku sedang belajar memaksakan
Hati dan otak agar seirama
Untuk berhenti mengejar
Aku sudah lelah

Karena kenyataannya
Kamu terlalu asik berlari
Aku terus mengejar
Sampai kamu tak sadar
Kalau aku sudah berhenti

Kamu tak tau apa yang terjadi sama aku
Selama mengejar kamu
Aku pernah terjatuh, terpleset, tersandung bahkan hampir tertabrak
Kamu tidak sadar
Menoleh sedikit pun tidak

Kamu terus berlari
Dengan bangga dan tertawa
Ada orang bodoh yang sedang mengejar
Kadang kamu memperlambat sampai aku 'hampir bisa' menggapai
Tapi kadang kamu semakin jauh sampai aku kelelahan

Kakiku tak kuat untuk melangkah lagi
Akhirnya aku terjatuh, meringis kesakitan
Kamu tersadar lalu menoleh
Saat itu kamu ingin berbalik untuk menolongku
Tapi terlambat

Seseorang yang tulus datang menghampiriku
Ia berhenti tepat didepanku
Menenangkan diriku dengan tatapannya yang teduh
Tubuhku dibawa kedalam mobilnya
Ia membawaku pulang mengobati semua lukaku

Dan saat itu kamu sadar
Menyesal dengan diri sendiri
Merasa bodoh akan hal yang kamu buat sendiri
Mempermainkan dan menyia-nyiakan perasaan seseorang
Yang sangat tulus menyayangi dan mencintaimu

Menyesal?
Ingin memutar waktu lagi?
Ingin memperbaiki kesalahan?
Maaf, kamu bodoh
Sangat bodoh sekali

Kamu harus tahu
Setiap orang ada keterbatasannya
Entah itu batas kesabaran, menunggu bahkan berlari
Dan saat dia sudah lelah akan semua itu
Berhenti dan membiarkan pergi itu jauh lebih baik

Sabtu, 07 Januari 2017

Tak Pernah Kuduga - 1

Tak ada yang tahu dalam hidup ini
Hidup selalu memberikan kejutan yang tak dikira
Hal-hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya
Tiba-tiba saja
Tanpa rencana sesuatu yang kita buat

Kamu
Yang awalnya tak kusuka
Yang tidak menyenangkan
Intinya, aku dan kamu sama sekali tidak ada apa-apa
Tidak ada hubungan

Bahkan tidak berteman akrab
Kita hanya dua orang yang saling mengenal sekadarnya
Bertegur sapa sekenanya
Tidak ada yang lebih

Bahkan kita samasekali tidak saling mempedulikan
Kamu sibuk dengan urusanmu
Aku pun juga sibuk dengan urusanku
Meski kita sering bertemu tanpa sengaja
Karena kita satu kampus, kebetulan sefakultas dan prodi yang sama

Aku menikmati hari-hariku yang menyenangkan
Berteman dan bertemu dengan banyak orang, tentunya
Aku adalah mahasiswi baru
Aku harus mengenal dan mempelajari banyak hal baru
Tentang dunia kampus dan kuliah

Tak pernah terbayang bisa bicara denganmu
Bahkan bisa sedekat itu denganmu sekarang
Tak pernah kupikirkan
Ataupun kuingini sebelumnya
Samasekali tidak

Selasa, 03 Januari 2017

Tuhan salahkah aku?

Tuhan, tak salah kan jika aku harus menangisi ketakutan ini?

Aku takut mencintainya terlalu dalam
Hingga aku benar-benar tak bisa belajar
Bagaimana caranya melepaskan dia
Atas lukaku, atas dukaku, atas air mataku, atas kecewaku
Atas apapun yang mengatasnamakan aku

Kamu tidak bersalah
Bagaimana pun itu
Biarlah semua ini yang bertanggung jawab adalah aku
Bahagia
Tugasmu hanya itu

Kamu tidak perlu mencemaskan aku
Selama kamu baik-baik saja
Keadaanku pun sama
Biarlah lukaku disembuhkan oleh waktu
Begitu juga dengan rindu

Karena aku sadar
Ada hal-hal yang memang tidak bisa dipaksakan
Oleh kehendakku
Terlebih atasmu
Tidak bisa

Andai kamu tahu. Aku mencintaimu
Bahkan lebih hebat dari bayanganmu sendiri
Aku menyayangi dengan setulus-tulusnya hati
Namun sayangnya kamu menutup diri
Kamu lebih memilih lari pergi dari sini

Saat ini
Hal terbaik yang bisa aku beri
Adalah mendoakanmu
Karena hanya dengan ini
Aku bisa menyentuhmu

Dan saat ini aku mengerti
Alasan Tuhan menciptakan air mata
Karena selain waktu
Air matalah
Yang akan menyembuhkan luka-luka

Ingatlah
Dihatiku
Sebenarnya ada kamu
Di denyut nadiku
Sebenarnya kamu hidup

Walaupun mungkin sekarang
Cinta yang kujalani ini mengundang air mata dipipiku
Namun aku perlu percaya
Karena cinta itu
Akan membuatku bahagia suatu saat nanti

Karena Tuhan tidak mungkin membiarkanku
Dalam keterpurukan hidup

Yang memang harus pergi
Pasti menemukan jalannya sendiri
Yang seharusnya kembali
Pasti akan menemukan jalannya kesini
Tak akan ada yang bisa tersesat, dalam hati

Karena sampai saat ini
Aku percaya
Tidak ada yang diciptakan Tuhan
Dengan sia-sia
Termasuk air mata

Jumat, 30 Desember 2016

Mengapa

Mengapa kamu sengaja hadir lagi
Merusak usahaku untuk melupakanmu
Kemarin kamu yang memintaku untuk menjaga jarak
Aku sudah berlari menjauhimu
Belajar tak pedulikanmu

Lalu mengapa kini
Kamu seolah mengejarku
Menghancurkan ingatanku
Mengapa kamu tiba-tiba datang
Merusak semua yang sudah ku tata dengan baik

Kemarin kamu yang memohon untuk ditinggalkan
Tapi mengapa kini
Kamu seolah menyeretku
Kembali pada masa
Yang dulu pernah kita jalani

Aku sudah hampir lelah agar bisa lupa
Apa harus aku tanyakan kabarmu?
Atau aku tetap menjaga jarak ini
Agar aku tak terluka lagi
Tapi usahaku jadi sia-sia ketika kamu datang

Mengapa kamu sengaja berlarian disekitarku
Mengapa kamu memanggil namaku lagi
Mengapa kamu juga berkata merindukanku
Padahal aku hampir bisa berjalan tanpamu
Aku sudah hampir gila membuang rasaku selama ini

Bagaimana bisa aku keluar
Dari lingkaran bayanganmu
Yang kamu buat untukku
Tapi kamu seolah membuat aku
Untuk membencimu sekaligus mencintaimu

Kamis, 29 Desember 2016

Ajariku Cara Melupakanmu

Pertemuan yang sangat singkat sekali dan indah, bagi diriku
Awalnya aku tak mengenalmu
Saat pertama melihatmu aku merasa sebal karna sifatmu
Setiap hari kita memang bertemu tapi tak ada sapaan antara aku dan dirimu
Hingga suatu kesempatan dimana kita dipertemukan untuk saling mengenal lebih dekat lagi

Dengan berani dan percaya dirimu, kamu menghampiriku
Menanyakan siapa namaku
Aku sempat malas menjawabnya
Tapi aku berfikir aku salah kalau tak menjawab pertanyaan orang
Setelah berkenalan itu aku mulai mengenal dan mempelajari sifatmu
Ternyata kamu itu orangnya sangat baik, ramah dan hangat
Tidak seperti yang aku fikirkan sebelumnya

Detik demi detik
Menit demi menit
Jam demi jam
Hari demi hari
Minggu demi minggu
Bulan demi bulan
Kita mulai melewati waktu bersama
Kita menjadi sangat akrab dan dekat sekali
Bukan sekedar sapaan saat bertemu
Atau obrolan sebentar yang tak penting
Tawa dan canda yang kamu berikan, menambah semangatku
Kamu mengisi hari-hariku

Dengan bangga kamu memperkenalkanku kepada teman-temanmu
Seakan-akan diriku adalah orang istimewa hingga kamu wajib memberitahu mereka
Aku mulai mengenal mereka
Kita menjadi sangat akrab dan dekat sekali
Kamu tak pernah lupa mengajakku bermain dan ikut kumpul bersama mereka
Tak ada penolakan darimu atau mereka
Mereka sangat menerima kehadiranku

Kamu menanyakan kepada teman-temanmu bagaimana kabarku dan keadaanku, ketika aku tak terlihat dipandanganmu
Kamu sibuk menghubungiku
Mencoba mencari tahu tentang keberadaanku
Khawatirmu hilang setelah kamu mengetahuinya

Aku senang dengan perhatian yang kamu berikan
Tapi aku menganggap hal itu biasa
Ada rasa kenyamanan ketika bersamamu
Membuatku tak ingin jauh darimu

Aku bingung kamu mulai menghilang, jarang terlihat
Ketika perasaan itu mulai muncul dalam hatiku
Entah aku juga tidak tahu perasaan yang seperti apa
Aku tak bisa mendeskripsikannya

Aku selalu menunggu chat darimu
Yang selalu khawatir denganku
Selalu bertanya dimana dan bagaimana diriku
Atau sekedar mengingatkan hal kecil, agar aku tak lupa untuk makan
Hal seperti itu yang aku rindukan, yang awalnya aku anggap biasa

Kamu membuat fikiranku melayang tak jelas
Mempertanyakan tentang keadaan kita yang berubah
Fokusku hanya terarah kepadamu

Gembira tak menentu yang kurasakan
Saat kamu mengabariku kembali, setelah beberapa saat kamu menghilang tak ada kabar
Kamu mengundangku makan malam untuk bertemu
Muncul berbagai pertanyaan dibenakku
Ada maksud apa kamu mengajakku
Biasanya tak perlu seformal itu bila kamu mengajakku
Kamu suka tiba tiba ada didepan pagar rumahku
Menjemputku untuk bermain atau sekedar pergi jalan
Tapi kali ini tidak
Rasa penasaran terus menghantuiku
Aku berusaha tetap tenang tak memikirkannya
Semua itu akan terjawab saat kita bertemu nanti

Malam yang kutunggu pun tiba
Aku semakin tak sabar untuk menemuimu
Melepaskan kerinduan yang tak tertahankan
Aku harap akan ada kabar baik darimu

Pukul 07.00 malam aku sampai ditempat yang kita sepakati
Hanya tempat makan sederhana dipinggir jalan
Suara bising kendaraan yang lewat
Tak masalah bagi diriku
Tidak mengurangi rasa rinduku kepadamu
Masih sepi dan belum terlalu ramai pengunjung yang datang untuk makan
Mungkin mereka masih diperjalanan menuju kesini, pulang dari aktivitasnya

Kamu datang dengan gaya khasmu
Hanya kaos hitam kesukaanmu, celana hitam, jaket kulit hitam yang sempat ada ditubuhku selama seminggu yang kau pinjamkan kepadaku saat malam itu kita pergi jalan dan tak lupa tas kecil yang hanya muat untuk menaruh beberapa barang saja

"Hai, sudah lama menunggu? Maaf ya aku telat datang" Tanyamu dengan senyuman yang sangat kurindukan
"Tidak kok, iya tak apa" jawabku ramah

Belum ada tanda tanda kamu ingin bicara
Kita hanya diam
Saling memandang kearah lain
Sibuk dengan fikiran masing masing
Aku terus menunggumu untuk memulai percakapan
Akhirnya kamu memecahkan keheningan diantara kita

"Bagaimana kabarmu?" Tanyanya pelan
Membuatku menoleh kearahnya
Aneh, mengapa dia menanyakan hal ini
Biasanya ia tak perlu bertanya sudah tau gimana keadaanku
Mungkin karna sudah berapa lama tak bertemu
Membuat ia menjadi canggung

"Baik. Kamu?" Jawabku bohong
Kamu tahu aku tak baik selama kamu menghilang
Senyuman sekilas yang terukir dibibirnya, menjawab pertanyaanku

Dia berdeham sejenak sebelum melanjutkan apa yang akan dia katakan
Aku mulai merasa ada suatu keanehan

"Makasih ya kamu udah mau terima undangan makan malamku. Sebenarnya ada yang mau aku omongin ke kamu...

Maaf ya aku menghilang beberapa waktu ini
Aku tak pernah mengabarimu lagi
Jarang chat kamu sekedar menanyakan kabarmu
Ada hal yang perlu kamu tahu
Sebelum kamu makin sulit mengertinya
Masalah kedekatan kita dan aku yang mendekatimu
Itu hanya keisengan aku saja
Aku melakukan itu karna merasa kesepian
Aku minta maaf
Aku ga bermaksud membuat kamu terbawa oleh perasaan
Ya, aku akan jujur
Saat pertama melihat dan mengenalmu
Aku sempat tertarik denganmu
Aku merasa kamu orang yang spesial dan istimewa
Tapi lama kelamaan aku sadar
Kita ga cocok untuk bersama
Bukan masalah perbedaan usia kita
Aku merasa kita lebih baik jadi abang adik
Aku sayang kamu
Sayang sebagai adik aku
Maafkan aku
Aku harus menyampaikan hal ini kepadamu
Aku tak mau kamu terlalu dalam merasakan sakit ini
Tenang saja, tidak akan ada yang berubah
Kamu tetap jadi adik aku
Aku sayang kamu sebagai adikku
Jangan menjauh
Kita tetap seperti biasa saja ya"

Ya, akhirnya terjawab semua pertanyaanku
Aku habis kata untuk berbicara
Diam seribu bahasa yang bisa kulakukan
Aku tak tahu bagaimana merespon penjelasanmu
Ada rasa sesak didada
Dorongan kuat dari dalam mataku untuk mengeluarkan buliran air
Aku berusaha sekuat tenagaku
Menahan untuk tak menangis didepanmu

Harapanku akan ada kabar baik darimu, sirna begitu saja
Aku terus tenggelam dalam sedihku
Kamu mengajakku untuk pulang
Mengantarkanku juga sampai rumahku
Seakan tidak terjadi apa apa

Trimakasih buat waktumu selama ini
Trimakasih buat perhatianmu kepadaku
Trimakasih buat kekhawatiranmu
Trimakasih buat canda tawa yang kamu berikan
Walaupun semuanya itu hanya kepalsuan

Ya, aku juga sadar aku memang tak pantas bagimu
Aku hanya pelampiasan kebosananmu saja
Aku salah
Aku salah telah membuka celah dihatiku
Hingga kekuatan karismatikmu itu membuatku terpikat
Aku akan mulai membiasakan diri tanpamu
Aku akan memulai kembali kehidupku yang awal
Dimana aku tak mengenalmu

Ajariku Cara Lupakanmu
Sebenarnya aku tak bisa sendiri